Sepuluh Alasan Ilmiah Mengapa Babi Sebaiknya Tidak Dikonsumsi

Lorongperihal.id | Allah Subhanahu wata’ala di dalam Al-Qur’an dengan tegas telah menyatakan haramnya daging babi. Bahkan, pengharaman daging babi di dalam Al-Qur’an, disebutkan sebanyak empat kali. Yakni disebutkan pada Surat Al-Baqarah ayat 173, pada Surat Al-Maidah ayat 03, pada Surat Al-An’am ayat 145, dan terakhir yakni pada Surat An-Nahl ayat 115.

Mungkin, banyak di kalangan kaum Muslimin yang bertanya-tanya, mengapa Allah Subhanahu wata’ala melarang umat manusia mengonsumsi dagingbabi. Namun ternyata bukan hanya dalam Al-Qur’an saja, Allah Subhanahu wata’ala menerangkan tentang pelarangan tersebut, akan tetapi juga di dalam Taurat serta Injil atau Al-kitab. Bahkan Nabi Isa ‘alaihi salaam, seumur hidupnya tidak pernah memakan daging babi. 

Yang perlu kita ketahui, bahwasannya Pemerintah 'Israel' saja telah melarang rakyatnya untuk memakan daging babi, karena mereka mengetahui bahaya mengonsumsi daging babi seperti apa. Dan ternyata ada beberapa fakta ilmiah, yang telah ditemukan tentang daging babi, yang memperkuat alasan mengapa manusia, tidak diperkenankan mengonsumsi daging babi.

Kemudian timbul sebuah pertanyaan, memangnya fakta-fakta ilmiah apa sajakah, yang dapat memperkuat alasan bagi kita, untuk tidak pernah mengonsumsi daging babi?. Nah berdasarkan hal tersebut, pada kesempatan kali ini kita akan bahas buat kamu sekalian sahabat, mengenai beberapa fakta ilmiah yang memperkuat alasan kita tidak mengonsumsi daging babi. Berikut ini ulasannya :

Sepuluh Alasan Ilmiah Mengapa Babi Sebaiknya Tidak Dikonsumsi

- Daging Babi Merupakan Habitat Bagi Cacing Pita

Mengonsumsi daging babi dapat memperbesar risiko, seseorang terkena infeksi cacing pita atau sistiserkosis. Karena daging babi mengandung benih-benih cacing pita, dan cacing trachenea lolipia yang bisa berpindah ke tubuh manusia, apabila daging babi tersebut dikonsumsi oleh manusia.

- Kantung Urine Babi Sering Bocor

Prof. A.V. Nalbandov menyatakan bahwa kantung urine atau vesica urinaria seekor babi, sering kali mengalami kebocoran. Hal tersebut mengakibatkan, urine babi dapat merembes, ke dalam daging hewan tersebut. 

- Babi Tidak Dapat Disembelih Karena Tidak Memiliki Leher

Secara fisiologis, babi tidak mendukung untuk disembelih. Hal tersebut disebabkan, karena hewan babi tidak memiliki leher. Sedangkan di dalam Islam, mensyariatkan penyembelihan binatang pada lehernya.

- Babi Adalah Hewan Yang Paling Rakus

Babi melahap apa pun yang bisa ia makan, dan berada tepat di hadapannya. Ia merupakan hewan paling rakus di dunia. Bahkan apabila ia telah kehabisan makanan, ia akan memuntahkan makanan dalam perutnya, dan memakannya kembali demi memuaskan hasrat ingin makannya.

- Babi Juga Merupakan Hewan Yang Paling Jorok

Jika di depan seekor babi ada sampah, maka ia akan memakan sampah tersebut. Bahkan babi juga dapat melahap kotoran, tidak hanya kotoran manusia atau hewan lain, bahkan kotorannya sendiri pun bisa dilahapnya.

- Babi Menampung Banyak Bibit Penyakit

Selain mengandung cacing pita (Taenia solium), babi juga mengandung cacing spiral (Trichinella spiralis), cacing tambang (Ancylostoma duodenale), cacing paru (Paragonimus pulmonaris), hingga bakteri kolera (Salmonella choleraesuis), serta virus kudis (Scabies). Sehingga menjadikannya sebagai salah satu hewan yang dapat menularkan banyak penyakit.

- DNA Hewan Babi Mirip Dengan DNA Manusia

Ditemukannya fakta bahwa DNA hewan babi, merupakan DNA hewan yang paling mirip dengan DNA manusia, maka mengkonsumsi babi dapat dengan mudah, menularkan perilaku buruk babi kepada manusia. 

Selain rakus, perilaku babi yang pernah diobservasi oleh Muhammad Abduh, adalah tidak memiliki rasa cemburu. Ketika dua ekor babi jantan dan seekor babi betina dimasukkan dalam satu kandang, dua babi jantan itu tidak saling berebut tetapi justru saling membantu, untuk mengawini sang babi betina secara bergiliran.

- Daging Babi Sulit Untuk Dicerna Oleh Manusia

Meskipun empuk, ternyata daging babi sulit dicerna, oleh pencernaan manusia. Hal tersebut dikarenakan, daging babi mengandung lemak berbahaya.

- Daging Babi Merupakan Carrier Virus Flu Babi

Di dalam tubuh seekor babi, virus AI yang semula tidak ganas kemudian bermutasi, menjadi H1N1/H5N1 yang ganas dan menular kepada manusia. 

- Daging Babi Penyebab Utama Kanker Anus Dan Kolon

Prosentase penderita Kanker Anus dan Kolon meningkat secara drastis, di negara-negara yang mayoritas penduduknya memakan babi, terutama di negara-negara Eropa, Amerika, Cina, dan juga India. Sedangkan di negara-negara Muslim, prosentase orang terkena Kanker Anus dan Kolon, sangatlah rendah.

Itulah ulasan mengenai sepuluh fakta ilmiah, yang memperkuat alasan bahwa manusia tidak selayaknya mengonsumsi babi, sahabat sekalian. Diharapkan dengan membaca ulasan di atas, kita dapat lebih bijak dan lebih berhati-hati, dalam memilih bahan makanan untuk dikonsumsi. Jangan sampai kita mengonsumsi makanan, yang berpotensi menularkan hal-hal buruk pada tubuh kita. Semoga informasi tersebut bermanfaat serta dapat menambah wawasan kamu sekalian.


Dilansir Dari :

www.tarbiyah.net/2016/03/10-fakta-ilmiah-kenapa-babi-haram-dalam.html

www.arrahmah.com/2015/07/14/10-fakta-ilmiah-mengapa-babi-haram/

Subscribe to receive free email updates: